Download PHP Designer

PHP DESIGNER diciptakan untuk membantu kalian meningkatkan proses edit, debug, menganalisa dan mempublikasikan script PHP yang dibungkus ke dalam sebuah antarmuka yang canggih! Dapatkan IDE lengkap. Kecil dalam ukuran namun tetap satu IDE pemenang penghargaan yang paling populer untuk editing, debugging, menganalisis dan penerbitan aplikasi dan situs web didukung oleh PHP dan bahasa web lainnya .
Produktivitas Pengembang. Menghemat waktu fitur yang membantu kalian meningkatkan produktivitas kalian sehingga kalian bisa mendapatkan lebih banyak untuk dilakukan, seperti saat Anda mengakses fungsi tipe, variabel, tag dan properti. Kode Intelligent Highlighter, bahwa saklar otomatis antara stabilo kode tergantung pada posisi kalian dalam dokumen.

Righteous Eye Candy. Enjoy a streamlined interface that focuses on the needs for both beginner and professional developers including WIMP/LAMP and AJAX developers!

Continue reading

Membuat halaman Login dengan PHP

OK kawand tanpa basa basi kita mulai saja (hhe :) ). Yang perlu kamu siapkan adalah :

1. PHP 4.0 atau lebih.
2. Webserver, bisa pake Apache, IIS, PWS atau yang lain yang support PHP
3. Database server MySQL
4. Editor, disarankan pake Dreamweaver MX untuk lebih mudahnya atau pake Notepad jika pengin buat secara manual.
5. Es teh manis dengan lagu Tipe X biar lebih semangat untuk belajar :)

Membuat Tabel yang Diperlukan
Pertama-tama mari kita buat dulu tabel yang diperlukan dengan MySQL. Di sini saya contohkan tabel user dengan field sbb :
Nama Field Type Panjang
username Varchar 20
nama Varchar 30
password Varchar 50
Jika diperlukan, bisa ditambahkan field yang lain. Mari langsung aja buat query-nya di MySQL :
CREATE TABLE `user` (`username` VARCHAR (20) NOT NULL, `nama` VARCHAR
(30) NOT NULL, `password` VARCHAR (50) NOT NULL, PRIMARY
KEY(`username`), UNIQUE(`username`));

Setelah table berhasil dibuat, kemudian isi dengan beberapa data (record) sebagai contoh. Misalnya dengan perintah sbb :
INSERT INTO user VALUES (‘achma’, ‘Achmad Solichin’, ‘nasigoreng’);
INSERT INTO user VALUES (‘okti’, ‘Okti Ragil’, ‘ragils’);
INSERT INTO user VALUES (‘sri’, ‘Sri Widhiyanti’, ‘sri’);
Catatan : Di sini, field password tidak dienkript terlebih dahulu. Jika kamu menginginkan field password ini dienkript bisa menggunakan fungsi password() atau fungsi md5() dari MySQL.

Continue reading

Contoh program Buku Telepon dengan PHP

Disini saya sertakan sebuah contoh buku telepon dimana di program web tersebut telah menggunakan koneksi ke database untuk menyimpan data user dan no teleponnya.

Programnya sangat simpel menurut saya, tapi sangat bermanfaat bagi teman-teman yang masih awam dalam hal pemrograman web.

Mudah-mudahan bermanfaat ^_^

Klik disini untuk mendownload

Membuat Logout otomatis di PHP

Banyak hal terjadi jika seseorang telah berhasil login sebagai user, dan tentunya login ini ada ketika user akan memanfaatkan layanan dari suatu website, bukan karena sebab yang lain, seperti tingkat sekuritas yang buruk. Selalu ada masa idle. Idle di sini bermakna user tidak melakukan apa-apa sama sekali di website tersebut, tidak berpindah halaman, tidak memasukkan input pada form manapun, dan tidak ada hal apapun yang
menyebabkan sebuah halaman website terrefresh, dengan kata lain user tidak melakukan apa pun pada website yang sedang dia kunjungi. Sungguh user yang aneh. :D ~~. Tapi hal seperti ini dapat terjadi jika user sedang asik mengunjungi website yang lain, dan lupa akan website yang dia kunjungi sebelumnya. Tentunya keadaan user pada website yang dikunjungi sebelumnya dianggap sebagai condition yang idle oleh website tersebut. Tidak ada hal apapun yang terjadi di website sebelumnya. Atau kondisi lain, dimana seorang user yang telah 10 menit meninggalkan pc-nya dalam keadaan lupa melogout accountnya. Sungguh terlalu. Di sinilah fungsi pengatur waktu session benar-benar dibutuhkan.
Ada dua cara untuk mengatur waktu session, yang pertama adalah merubah konfigurasi session timeout pada php.ini, cara yang terakhir yaitu dengan memanfaatkan fungsi time() dan variable session yang telah teregistrasi, dengan kata lain cara yang terakhir ini adalah merancang barisan code yang dapat mengatur waktu session. Saya tidak akan menjelaskan cara yang pertama. Tapi yang akan saya jelaskan adalah cara yang kedua. Saya akan mengambil sebuah contoh kasus, ini untuk memudahkan penjelasan secara logika, dan penjelasan alur dari cara kerja script yang akan dibuat.
Kasusnya seperti ini, “Ketika user telah berhasil login, akan ada sebuah session yang digunakan sebagai patokan untuk membandingkan berapa lama user telah berada pada halaman website tersebut. Apabila waktu time() yang berjalan lebih besar dari nilai session dari variable yang dijadikan sebagai patokan nanti maka user tersebut akan secara otomatis terlogout”.

Secara struktur, algoritmanya akan seperti ini :
Continue reading